Sumber Daya Alam TN Komodo, Sebagai 7 Keajaiban Dunia

Sumber Daya Alam TN Komodo, Sebagai 7 Keajaiban Dunia – Ditetapkannya Taman Nasional Komodo selaku The New 7 Wonders of Nature pada 2012 kemudian menghasilkan kunjungan turis ke posisi ini terus menjadi bertambah.

Sumber Daya Alam TN Komodo, Sebagai 7 Keajaiban Dunia

forester – Taman nasional yang jadi lingkungan endemik komodo ini menghampar di antara Pulau Sumbawa serta Pulau Flores, dan mempunyai pesona yang sedemikian itu menawan.

Dilansir dari wikipedia, Binatang komodo( Varanus komodoensis) memanglah jadi simbol dari Taman nasional ini, namun kekayaan alam yang dipunyai tidak cuma hingga itu. Area yang diatur Gedung Taman Nasional Komodo ini sesungguhnya ialah kelompok sebagian pulau yang tercipta dampak pertemuan 2 lempeng daratan Asia serta Australia.

Tidak hanya itu, terdapat banyak sekali aktivitas serta destinasi darmawisata yang bisa didatangi di area Taman Nasional Komodo atau Komodo National Park seluas 1. 733 kilometer persegi ini. Apa saja itu? ikuti serius keterangan komplit hal Taman Nasional Komodo selanjutnya ini.

Baca juga : Sumber Daya Alam yang Masih Alami di TN Gunung Leuser

Kondisi Alam TN Komodo

Taman Nasional Komodo dengan cara geografis terdapat di antara 119°20’ 95’’– 119°49’ 20’’ Panjang Timur serta 8°24’ 35’’– 8°50’ 2’’ Lintang Selatan. Sedangkan dengan cara administratif area ini terletak di area kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai, provinsi Nusa Tenggara Timur, yang menghampar di antara Pulau Flores serta Pulau Sumbawa.

Topografi wilayahnya latar, berbukit, hingga bergunung- gunung. Apalagi di sebagian titik berbentuk lereng yang terjal dengan kemiringan antara 0 hingga 80 bagian.

Sebab ialah area pertemuan lempeng Sahul serta lempeng Sunda, area ini mempunyai sebagian gunung berkobar, misalnya Gunung Sangaeang Api. Sebaliknya gunung paling tinggi di area TN Komodo merupakan Gunung Satalibo( 735 mdpl) di Pulau Komodo serta Gunung Dora Ora( 667 mdpl) di Pulau Rinca.

Sebab terletak pada pertemuan 2 lempeng, hingga area Taman nasional ini sempat hadapi dentuman vulkanis yang besar pada era dulu. Titik berat yang sedemikian itu besar pula menyebabkan terumbu karang terangkat serta bermacam kegiatan vulkanik yang lain terjalin. Walhasil terbentuklah bermacam pulau di area ini.

Bentuk tanah Taman nasional ini didominasi oleh tanah liat, batu kapur, konglomerat kapur, serta batu vulkanis, paling utama di area Pulau Padar, Pulau Komodo Timur, serta Pulau Rinca. Terdapat pula tipe tanah lain, ialah tanah mediterania warna merah kuning, latosol, dan juga gramosol.

Bersumber pada pengelompokan Schmitt serta Fergusson, situasi hawa di area Taman nasional ini tercantum dalam jenis F. Jenis ini ialah kalangan area yang amat kering. Curah hujan dalam satu tahun dekat 800 sampai 1. 500 milimeter. Sedangkan temperatur hawa maksimal merupakan 43° celcius serta minimal 17° celcius.

Angin kering berhembus cepat dari arah Tenggara pada bulan April sampai November serta menimbulkan terbentuknya masa gersang di Taman nasional ini. Sebaliknya pada bulan Oktober sampai Maret, angin berhembus dari arah barat laut yang menimbulkan masa berair ataupun hujan di area Taman Nasional Komodo.

Ekosistem di Taman Nasional Komodo terdiri dari ekosistem dasar laut, ekosistem sabana, serta ekosistem hutan. Bersumber pada Peraturan Penguasa Nomor. 28 Tahun 2001 mengenai Pengurusan Area Pengungsian Alam serta Area Pelanggengan Alam.

Pada artikel 16 bagian 1 serta 2 dipaparkan kalau penyusunan area dicoba dengan menata zonasi serta aturan area kegiatan, dan pada artikel 18 bagian 1 serta 2 menarangkan mengenai zonasi pengurusan Taman Nasional mencakup Alam Inti, Alam Rimba, Alam Pamanfaatan, serta atau ataupun alam lain cocok dengan kebutuhan yang diresmikan oleh Menteri ataupun administratur bersumber pada patokan.

Taman Nasional Komodo mempunyai 9 alam bersumber pada peraturan dari SK Dirjen PHKA Nomor. 65 atau Kpts atau Dj- V atau 2001, antara lain:

Alam Inti

Alam inti TN Komodo seluas 34. 311 hektar serta jadi alam yang harus dilindungi. Pada alam ini tidak diperbolehkan terdapatnya pergantian apapun dampak aktivitas orang. Alam inti cuma dipergunakan buat aktivitas yang berhubungan dengan ilmu wawasan, pembelajaran, serta riset.

Alam Rimba

Alam rimba TN Komodo seluas 66. 921, 08 hektar yang didalam alam ini tidak diizinkan aktivitas semacam pada alam inti melainkan aktivitas darmawisata alam dengan cara terbatas.

Alam Bahari

Alam dahulu kala merupakan wilayah yang terletak di perairan sepanjang 500 meter dari garis tepi laut serta ke arah luar garis isodepth, dan batasan 20 meter mengitari kaang serta pulau, melainkan pada alam eksploitasi konvensional dahulu kala. Pada alam seluas 36. 308 hektar ini tidak bisa dicoba aktivitas semacam alam inti( pengumpulan hasil laut), melainkan buat aktivitas darmawisata alam dengan cara terbatas.

Alam Eksploitasi Darmawisata Daratan

Alam eksploitasi darmawisata darat ini mempunyai besar 824 hektar. Aktivitas yang dapat dicoba di alam ini serupa semacam pada alam ini serta alam rimba, tetapi diperbolehkan melaksanakan pengembangan alat serta infrastruktur buat mensupport pariwisata alam serta tamasya terestrial.

Alam Eksploitasi Darmawisata Bahari

Alam eksploitasi darmawisata dahulu kala memiliki besar ekitar 1. 584 hektar serta ada di perairan laut. Aktivitas yang dapat dicoba semacam alam initi serta alam rimba, dan permisi buat pengembangan alat serta infrastruktur buat aktivitas darmawisata alam serta dahulu kala.

Alam Pemanfaaan Konvensional Daratan

Alam seluas 879 hektar ini ialah area yang diperuntukkan untuk warga asli area Taman Nasional Komodo yang mendapak permisi hak spesial buat menggunakan alam dekat oleh Kepala Gedung Taman Nasional Komodo. Eksploitasi itu berbentuk pelampiasan keinginan dasar pada bagian darat.

Alam Eksploitasi Konvensional Bahari

Alam eksploitasi konvensional dahulu kala mempunyai besar 17. 308 hektar yang diperuntukkan untuk warga asli area TN Komodo dengan seijin Kepala Gedung Taman Nasional Komodo. Pada alam ini warga asli bisa menggunakan kekayaan dahulu kala buat penuhi keinginan dasar. Pengumpulan kekayaan perairan laut wajib dicoba dengan perlengkapan ramah area, semacam kail, jaring serta alaut simpel yang lain.

Alam Pemukiman Konvensional Masyarakat

Alam ini ialah wilayah pemukiman konvensional yang bermanfaat selaku tempat bermukim warga asli yang terikat dengan peraturan khusus hasil perjanjian dengan Gedung Taman Nasional Komodo. Alam pemukiman konvensional warga di TN Komodo seluas 298 hektar.

Alam Spesial Pelagis

Alam pelagis merupakan area yang memperbolehkan masayrakat asli melaksanakan penahanan ikan serta pengumpulan hasil laut yang tidak dilindungi. Eksploitasi hasil laut wajib memakai alat- alat ramah area, semacam kail, huhate, jaring, denah, paying serta yang lain. Di alam seluas 59. 601 hektar ini pula bisa dicoba aktivitas darmawisata serta olah badan.

Sejarah TN Komodo

Komodo mulai diketahui oleh para periset semenjak tahun 1911. Persisnya semenjak Peter Ouwens, seseorang kurator dari Museum Ilmu hewan Bogor menemukan informasi mengenai penemuan binatang dari JKH Van Steyn, seseorang Opsir Hinda Belanda.

Mulai dikala itu, reptil purba ini diberi julukan objektif Varanus komodoensis serta timbul pemahaman hendak berartinya melindungi kelestarian binatang ini. Taman Nasional Komodo dibuat pada bertepatan pada 6 Maret 1980 dengan tujuan buat membagikan proteksi kepada komodo serta habitatnya.

Berikutnya pada bertepatan pada 1991, area ini diresmikan oleh UNECO selaku web peninggalan bumi, setelah itu menyusul satu tahun selanjutnya diresmikan selaku Ikon Nasional oleh Kepala negara Republik Indonesia dikala itu.

Area perairan TN Komodo pula diresmikan selaku Area Proteksi Laut pada bertepatan pada 2000 serta jadi salah satu Taman Nasional Bentuk di Indonesia pada tahun 2006.

Setelah itu pada bertepatan pada 11 November 2011, Taman Nasional Komodo sukses tersaring jadi salah satu juara sedangkan New 7 Wonders ataupun 7 Mukjizat Bumi Terkini bersama dengan Hutan Amazon, Air Turun Iguazu, Teluk Halong, Pulau Jeju, Table Mountain serta Bengawan Dasar Tanah Puerto Princesa. Dari semua juara itu, suara paling banyak jatuh pada TN Komodo serta penentuan jadi 7 Mukjizat Bumi Terkini dicoba pada bertepatan pada 13 September 2013.

Baca juga : Scuba Diving di Tanjung Benoa Nusa Dua Bali

Flora dan Fauna TN Komodo

Walaupun halaman nasional ini amat terkenal dengan binatang komodo, namun fauna yang menghuninya tidak cuma komodo. Terdapat banyak sekali tipe flora serta fauna yang hidup di area dengan pesona alam luar lazim ini.

Dengan cara totalitas ada bermacam genus flora serta fauna yang berawal dari Australia serta Asia. Ada 254 tipe genus belukar yang hidup di area ini, dan terdapat 58 tipe binatang serta 128 tipe kukila.

Terdapat sebagian jenis vegetasi yang ada di area halaman nasional ini. Tipe belukar yang hidup pada vegetasi itu pula berbeda- beda, antara lain:

Hutan Hujan, Jenis vegetasi awal merupakan hutan hujan serta ialah zona pegunungan dengan ketinggian mencapat lebih dari 500 m di atas dataran laut. Rotan( Callamus sp.) serta bambu( Bambusa sp.) ialah 2 tipe belukar yang sangat banyak ditemui di zona ini.

Hutan Tropis Musim, Pada jenis vegetasi hutan tropis masa, area ini terletak pada ketinggian di dasar 500 m di atas dataran laut. Ada genus tumbuhan khas, semacam kepuh ataupun wool( Steculia foetida) serta asam( Tamarindus indica).

Savana, Jenis vegetasi ketiga merupakan savana yang terletak di ketinggian 0 hingga 400 m di atas dataran laut. Vegetasi ini ialah zona terluas dari halaman nasional, apalagi menggapai 70%. Sebagian flora yang bisa ditemukan merupakan bidara( Zizyphus jujuba), melempar( Brassus flabellifer), Chloris barbata, Heteropogon concortus, serta Setaria adhaerens.

Hutan Bakau, Terakhir merupakan vegetasi hutan bakau yang terdapat di teluk aman. Sebagian tipe flora di area ini merupakan Lumnitzera racemosa, Sonnetaria alba, api- api( Avicennia marina), Bruguiera sp., Cerips tagal, Rhizophora mucronata, serta Rhizophora sp.

Komodo( Varanus komodoensis) ialah binatang yang sangat berkuasa di area halaman nasional ini. Namun terdapat pula bermacam genus lain dari tipe kukila, binatang menyusui, serta reptil. Selaku area Wallace yang tercipta dari pertemuan 2 lempeng bedua, fauna di area ini ialah kombinasi antara Asia serta Australia.

Tipe binatang menyusui yang menghuni halaman nasional ini, antara lain jaran buas( Equus caballus), kerbau buas( Bubalus bubalis), babi hutan( Sus scrofa), anjing hutan( Cuon alpinus), serta musang( Paradoxurus hermaphroditus).

Binatang menyusui lain yang cuma terdapat di salah satu pulau di area halaman nasional ialah Pulau Rinca merupakan monyet akhir jauh( Macaca fascicularis). Sedangkan rusa( Cervus timorensis) bisa ditemui di Gunung Berkembang, Doro Ora, sampai Loh Dasami.

Tipe kukila yang hidup di wilayah ini merupakan kakatua bulu- bulu kuning( Cacatua sulphurea), kukila raja udang( Halcyon chloris), kukila kacamata laut( Zosterops chloris), Philemon buceroides, pergam hijau( Ducula aenea), elang bintik( Falco moluccensis), kukila hangus( Megapodius reinwardt), elang ikan( Pandion heliatus), tekukur( Streptopelia chinensis), serta perkutut( Geopelia streptriata).

Ada pula kukila yang sangat menarik merupakan ayam hutan( Gallus varius) yang terhambur di Pulau Rinca. Ada pula elang ikan, elang bintik, serta kukila hangus yang dikala ini terletak dalam jenis rawan musnah.

Sedangkan tipe reptil yang hidup di area ini, antara lain uras russel( Viperia russlei), ular tumbuhan hijau( Trimeresurus albolabris), ular kobra( Naja naja), serta sedang banyak lagi.

Area Halaman Nasional Komdoo beberapa besar merupakan perairan, alhasil pula mempunyai kekayaan berbentuk biota laut yang beraneka ragam. Sedikitnya ada 253 genus karang yang membuat terumbu dan 1. 000 genus ikan hidup di perairan dekat.