Sumber Daya Alam di TN Lore Lindu

Sumber Daya Alam di TN Lore Lindu – Taman Nasional Lore Lindu pula diketahui dengan kependekan TNLL terletak di area proteksi biologi Sulawesi, persisnya Sulawesi Tengah. Area taman nasional ini menaiki posisi seluas 2. 180 kilometer persegi. Dimensi itu tercantum lagi, apalagi relatif kecil bila dibandingkan taman nasional lain di Indonesia.

Sumber Daya Alam di TN Lore Lindu

forester – Alibi penting area TNLL atau Lore Lindu National Park menaruh sedemikian itu banyak pesona merupakan area ini tercipta dari pertemuan 2 lempeng daratan. Bermacam tipe flora serta fauna endemik dan pemandangan alam terhambur serta menghampar di garis Wallace ini.

Saat sebelum diresmikan selaku Taman Nasional Lore Lindu, area ini sudah mempunyai asal usul yang lumayan jauh. Pada tahun 1973 statusnya merupakan Pengungsian Margasatwa Lore Kalamanta cocok dengan Pesan Ketetapan Menteri Pertanian Nomor. 522 atau Kpts atau Um atau 10 atau 73 pada bertepatan pada 20 Oktober 1973.

Berikutnya, statusnya berganti jadi Hutan Darmawisata Telaga Lindu bersumber pada Pesan Ketetapan Menteri Pertanian Nomor. 46 atau Kpts atau Um atau 1 atau 78 pada bertepatan pada 25 Januari 1978. Tidak lama setelah itu terjalin ekspansi sampai area utara Bengawan Sopu hingga Bengawan Gumbasa bersumber pada Pesan Ketetapan Menteri Pertanian Nomor. 1012 atau Kpts atau Um atau 12 atau 1981 pada bertepatan pada 10 November 1981.

Kala kongres taman nasional yang berjalan di Bali pada tahun 1982 hal status taman nasional pada sebagian area yang terhambur di Indonesia, tercantum taman Nasional Lore Lindu.

Kesimpulannya pada tahun 1993 bersumber pada Pesan Ketetapan Menteri Kehutanan Nomor. 593 atau Kpts- II atau 1993 area ini diresmikan selaku Taman Nasional Lore Lindu dengan besar 229. 000 hektar.

Baca juga : Sumber Daya Alam Flora dan Fauna di TN Meru Betiri Jawa Timur

Kondisi Alam TN Lore Lindu

Dengan cara geografi, area yang diatur oleh Gedung Taman Nasional Lore Lindu terdapat di koordinat 119° 90’– 120° 16’ Panjang Timur serta 1° 8’– 1° 3’ Lintang Selatan. Sedangkan itu, dengan cara administrasi area ini terletak di bagian selatan kabupaten Donggala dan bagian barat kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Ada pula topografi di taman nasional ini merupakan bergunung- gunung. Di bagian barat dibatasi oleh Ngarai Fossa Sarasina serta di bagian timur dibatasi Ngarai Tawaelia. Ketinggian gunung yang terletak di area ini lumayan bermacam- macam mulai dari 200 m di atas dataran laut sampai 2. 610 m.

Dikutip dari wikipedia, Taman Nasional Lore Lindu terletak di antara 2 penggalan penting Sulawesi Tengah. Di area pegunungan, pada biasanya dibuat dari batuan asam semacam Schists, granit, serta gneisses yang mempunyai watak liabel kepada abrasi. Pada bagian timur ialah lapangan telaga yang mendung serta latar ditemui aturan lakustrin.

Sebaliknya di bagian barat ada aturan alivium berupa kipas aluvial. Situasi susunan serta tipe tanah yang terdapat di TNLL dibagi jadi 4, ialah inceptisol, alfisol, kedilutisol, serta entisol.

Temperatur di area taman nasional ini terletak pada kisaran antara 26 sampai 32 bagian celcius. Pada bagian utara curah hujannya pada umumnya 2000 hingga 3000 milimeter tiap tahun. Terus menjadi ke bagian selatan curah hujan bertambah jadi 3000 sampai 4000 milimeter per tahun.

Humiditas pada umumnya 86 dengan kecekatan angin 3, 6 km per jam. Bagian selatan TNLL ialah wilayah buruan air dari 3 bengawan besar. Ketiga bengawan itu merupakan Bengawan Lariang, Bengawan Martil, serta Bengawan Gumbasa.

Selaku area pelanggengan alam, Taman Nasional Lore Lindu mempunyai lumayan beraneka ragam jenis ekosistem. Misalnya ekosistem hutan hujan lapangan kecil, ekosistem hutan pegunungan atas, ekosistem rawa, ekosistem sabana, serta ekosistem bengawan ataupun lapangan banjir.

Sumber Daya Alam TN Lore Lindu

Flora serta fauna yang ada di Taman Nasional Lore Lindu amat beraneka ragam sebab akibat situasi alam. Paling utama sebab area ini ialah pertemuan 2 lempeng yang membuat pulau Sulawesi, ialah lempeng dari australia serta asia. Kedua lempeng itu tiap- tiap pula bawa tipe flora serta fauna dengan karakteristik khas khusus.

Bermacam tipe flora berkembang di area Taman Nasional Lore Lindu dengan penyebaran yang dipengaruhi oleh ketinggian, curah hujan, temperatur, situasi tanah, serta drainase. Hutan selaku lingkungan flora dibagi jadi 3 bagian, ialah hutan pegunungan kecil, hutan lapangan kecil, serta hutan alphin.

Hutan lapangan kecil terletak pada ketinggian kurang dari 1. 000 m di atas dataran laut. Area ini ditumbuhi flora semacam tumbuhan berhenti leda( Eucalyptus deglupta), rotan( Callamus spp), gula aren( Arenga pinnata), kepayang( Pangium edule), beringin( Ficus spp.), serta sedang banyak lagi.

Hutan pegunungan kecil yang terletak pada ketinggian antara 1. 000 hingga 1. 500 m di atas dataran laut ditumbuhi oleh flora yang tidak setinggi di hutan lapangan kecil. Garis tengah tumbuhannya pula lebih kecil. Sebagian di antara lain merupakan 88 genus anggrek, Platycerium sp., paku Asplenium sp., tumbuhan resin, tumbuhan uru, serta yang lain.

Hutan alphin terletak pada ketinggian lebih dari 2. 000 m di atas dataran laut. Di area ini hendak ditemui awan berair, hujan kencang, serta ganggang yang menimbulkan pencucian kepada nutrisi tanah. Salah satu tipe flora di area ini merupakan Nepenthes sp.

Sedang di area hutan alphin ada pula vegetasi hutan inferior. Hutan ini ditumbuhi leda( Eucalyptus deglupta), wanga( Figafetta filans), serta pinus( Casuarina sumatrana).

Taman Nasional Lore Lindu ialah lingkungan dari bermacam tipe fauna. Paling utama untuk binatang menyusui asli Sulawesi yang menghasilkan area ini selaku habitatnya. Mulai dari binatang menyusui, kukila, reptil khas Sulawesi bisa ditemui hidup di taman nasional ini.

Sebagian binatang menyusui yang bisa ditemui di area ini, antara lain pelanger sulawesi( Phalanger celebencis), babirusa, tarsier( Tarsius diane), nanai makhluk halus ataupun cakap, monyet sulawesi( Macaca tonkeana), nanai kakaktonkea, rusa, anoa( Bubalus depressicomis serta Bubalus quarlessi), cifet( Macrogalida musschenbroeckii), serta kuskus marsupial. Binatang menyusui pemangsa daging semacam musang sulawesi pula hidup di area taman nasional ini.

Tipe- tipe kukila yang hidup di TNLL, antara lain elang sulawesi( Spizaetus lanceolatus), maleo( Macrocephalon maleo), serta kukila enggang( Rhyticeros cassadix). Sebaliknya tipe reptil mulai dari racer snake( Elapheeiythrura danejansem), king cobra( Ophiophagus hannah), serta ular piton( Phyton reticulatus). Pula ada 21 tipe genus kadal besar.

Dengan cara totalitas ada 55 tipe kelelawar, 230 tipe kukila, 38 tipe tikus serta 31 antara lain merupakan tipe endemik, 5 tipe tupai, serta ribuan serangga berupa abnormal nan menawan semacam kupu- kupu yang hidup di area taman nasional ini.

Kegiatan dan Destinasi TN Tore Lindu

Taman Nasional Lore Lindu dibagi jadi 3 area, ialah Pengungsian Margasatwa Lore Kalamanta, Pengungsian Margasatwa Sopu Gumbasa, serta Hutan Darmawisata Telaga Lindu. Tidak hanya bermacam tipe flora serta fauna dan pesona alamnya, yang sangat luar biasa dari TNLL merupakan aset megalitikum.

1. Aset Megalitikum

Aset megalitikum berbentuk patung- patung batu ialah destinasi darmawisata yang sangat menarik buat didatangi. Perihal itu disebabkan arca itu yang telah berumur ratusan sampai ribuan tahun. Patung- patung ini terhambur di Ngarai Napu, Bada, serta Besoa.

Arca aset megalitikum ini diucap selaku tugu batu terbaik yang terletak di antara patung- patung semacam di Indonesia. Patung- patung itu diklasifikasikan jadi 5 tipe bersumber pada wujudnya.

Awal merupakan patung- patung batu yang umumnya mempunyai karakteristik berbentuk wujud orang, namun cuma bagian pundak, kepala, ataupun kemaluan saja.

Kedua merupakan kalamba serta ialah wujud megalit yang sangat banyak ditemui dengan wujud menyamai jambangan. Diperkirakan kalamba merupakan tempat buat menampung bekal air ataupun meletakkan jenazah pada dikala seremoni pemakaman.

Ketiga ialah tutu’ na yang berbentuk piringan- piringan batu serta diperkirakan merupakan penutup untuk tipe kalamba. Keempat terdapat batu dakon yang ialah batu- batu berupa datar sampai gembung. Batu dakon ini melukiskan lubang- lubang tidak tertib, saluran- saluran, serta lekukan- lekukan.

Tipe kelima merupakan patung- patung di luar keempat tipe mulanya. Misalnya pilar cagak rumah, mortar batu, dan bermacam wujud lain yang bisa ditemui di area ini.

2. Telaga Tambing

Telaga Tambing yang terletak di Dusun Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso. Walaupun belum lama dijadikan selaku destinasi darmawisata, Telaga Tambing sesungguhnya telah amat populer selaku tempat berkelana untuk turis yang mendatangi Taman Nasional Lore Lindu.

Posisinya yang jauh dari kemeriahan menghasilkan Telaga Tambing selaku tujuan yang sangat bagus buat melepas capek dari bermacam tradisi yang meletihkan. Walaupun sedemikian itu, wisatawan wajib mempersiapkan tenaga serta raga buat melaksanakan pendakian, sebab ketinggiannya terletak di 1. 700 m di atas dataran laut.

Telaga Tambing pula dinamai selaku kayangan kukila, sebab di area ini hidup dekat 260 genus kukila. Apalagi 30% dari kukila itu merupakan genus endemik.

Sebagian tipe kukila yang bisa ditemui di Telaga Tambing, antara lain kukila kipasan sulawesi( Rhipidura teysmanni) serta kukila kancilan ungu( Maroon- backed whistler). Karakteristik dari 2 tipe kukila ini merupakan ukurannya yang tidak lebih besar dari salak pondoh.

Terdapat pula nuri sulawesi( Tanygnathus sumatranus), rangkong( Buceros sulphurea serta Aceros cassidix), kakatua( Cacatua sulphurea), pecuk ular( Anhinga ruga) yang berkeliaran di dekat Telaga Tambing ini.

3. Pembiakan Kukila Maleo

Pembiakan Kukila Maleo ialah satu dari 2 destinasi darmawisata yang terkini dibesarkan di area Taman Nasional Lore Lindu. Area ini terdapat di Dusun Saluki, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Tidak hanya jadi destinasi yang sering didatangi turis, area binatang endemik maleo ini pula menarik dijadikan selaku posisi riset.

Baca juga : Diving di Pulau Menjangan Bersama Hiu

4. Aktivitas Lain

Terdapat banyak aktivitas yang bisa dicoba di area Taman Nasional Lore Lindu mulai dari riset, pembelajaran, pendakian, perkemahan, sampai opname serta pembuatan film. Buat aktivitas berbentuk riset yang ditawarkan taman nasional ini amat banyak.

Mulai dari aspek ilmu lingkungan, hayati, ilmu bumi, serta apalagi sosial adat masyarakat di dekat taman nasional. Riset yang sudah dicoba antara lain hal flora serta fauna semacam monyet gelap, tarsius, serta kukila.

Pembelajaran di area taman nasional ini dicoba dengan aktivitas identifikasi berbagai macam macam flora, pembelajaran pelestarian dengan memakai sarana yang terdapat, dan aktivitas penggemar alam. Sedangkan buat pendakian bisa dicoba dengan menaiki Gunung Nokilalaki serta Gunung Rorekatimbo.

Aktivitas berkemah bisa dicoba di area yang sudah diresmikan, ialah Dongi- Dongi. Opname serta pembuatan film lazim dicoba dengan mengutip kerangka keelokan alam, flora serta fauna, dan bermacam kejadian alam yang memanglah amat menarik buat dijadikan materi film.

Tidak hanya itu, aktivitas rafting pula lumayan menarik buat dicoba, sebab di area taman nasional ini terdapat banyak bengawan yang mengalir. Misalnya Bengawan Lariang buat melaksanakan melewati air terjun, paling utama untuk turis yang suka melaksanakan darmawisata menantang dan berolahraga air.