Sumber Daya Alam TN Rawa Aopa Watumohai

Sumber Daya Alam TN Rawa Aopa Watumohai – Halaman Nasional Rawa Aopa Watumohai merupakan salah satu area pelanggengan serta proteksi keragaman biologi yang terletak di Pulau Sulawesi. Area seluas 105. 194 hektar ini terletak di area Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sumber Daya Alam TN Rawa Aopa Watumohai

forester – TN Rawa Aopa Watumohai mempunyai hamparan alam area yang lumayan bermacam- macam, tetapi beberapa besar didominasi dengan tanah berair.

Dilansir dari ksmtour.com, Halaman Nasional Rawa Aopa Watmohai ialah cagar alam yang dilindungi dengan ekosistem yang ialah kombinasi antara hutan hujan pegunungan kecil, hutan bakau, hutan tepi laut, savana serta hutan rawa air payau. Halaman Nasional Rawa Aopa Watumohai ialah halaman nasional yang terdapat di Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Halaman Nasional Rawa Aopa Watumohai jadi salah satu halaman nasional berumur yang dikukuhkan di Indonesia, pada tahun 1990 sebab di tahun yang serupa pula jadi tahun pengukuhan UU Pelestarian Sumberdaya Alam Biologi serta Ekosistemnya yang jadi parasut hukum pengurusan halaman nasional serta area pelestarian yang lain di Indonesia.

Baca juga : Sumber Daya Alam Taman Nasional Bunaken

Sejarah TN Rawa Aopa Watumohai

Halaman Nasional Rawa Aopa Watumohai terletak di antara 4 kabupaten. Keempat kabupaten itu merupakan Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Kolaka, serta Kabupaten Bombana.

Buat bisa masuk ke area Rawa Aopa Watumohai, kita bisa memohon permisi ke Gedung Halaman Nasional yang terdapat di Jalur Poros Bombana Nomor. 157 Lanowulu, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan

Area ini diresmikan selaku Halaman Nasional pada tahun 1990 dengan keseluruhan besar 105. 194 hektar yang terdiri atas areal hutan bakau, hutan rawa, padang sabana, dan hutan tropis dengan wilayah paling tinggi terletak pada ketinggian 981 m di atas dataran laut.

Pada bertepatan pada 6 Maret 2011 area Rawa Aopa Watumohai pula diresmikan selaku Web Ramsar, ialah area tanah berair untuk tujuan pelestarian. Perihal ini membuktikan kalau halaman nasional ini memiliki kedudukan berarti kepada kelestarian alam.

Topografi di TN Rawa Aopa Watumohai lumayan bermacam- macam mulai dari latar, beriak, hingga dengan berbukit- bukit. Topografi ini jugalah yang membuat hamparan alam yang menarik.

Sumber Daya Alam TN

Begitu juga yang sudah dituturkan, area Halaman Nasional Rawa Aopa Watumohai memiliki sebagian jenis vegetasi. Semua jenis vegetasi ini jadi tempat bermukim buat bermacam tipe flora ataupun fauna.

Terdapat 5 tipe ekosistem yang membuat area Halaman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Kelima tipe ekosistem itu merupakan ekosistem hutan rawa, ekosistem hutan tepi laut, ekosistem hutan hujan lapangan kecil, ekosistem bakau ataupun hutan mangrove, serta ekosistem padang savana.

Area ini pula memiliki kedudukan berarti kepada keinginan hidrologis area dengan berikan cadangan air untuk sungai- sungai yang mengalir di sekelilingnya. Tidak hanya itu, halaman nasional ini pula jadi agen air buat keinginan Kota Kendari.

Jenis ekosistem rawa gambut yang terdapat di halaman nasional ini ialah yang sangat besar di area Sulawesi. Tutupan air di area rawa memiliki persentase lebih dari 90%. Ada pula material dasar di areal rawa merupakan gambut serta jadi otak situasi air buat ekosistem di sekelilingnya.

Ada dekat 155 genus kukila yang menghuni area ini dengan 37 genus di antara lain ialah binatang endemik. Salah satu tipe kukila yang amat khas di merupakan kukila kacamata Sulawesi yang memiliki karakteristik khas bundaran mata di sekitar matanya. Genus ini luang diklaim musnah, tetapi setelah itu nampak serta ditemui kembali.

Tidak hanya kacamata Sulawesi, genus kukila lain yang pula terkategori selaku binatang sangat jarang yang dilindungi merupakan kukila aroweli. Binatang satu ini pula lazim diucap selaku kukila bangau susu putih yang biasanya berkeliaran di dekat areal berawa di area daun bunga lotus serta ilalang.

TN Rawa Aopa Watumohai pula jadi lingkungan buat bermacam tipe kukila air sebab memiliki jenis ekosistem yang mensupport. Ppada durasi khusus sebagian kukila migran pula hendak nampak berkeliaran di dekat halaman nasional ini. Terdaftar terdapat kurang lebih 23 genus kukila migran yang kerap melintas di mari.

Sebagian binatang lain yang pula bisa ditemukan ialah lembu, rusa, anoa, serta babirusa. Sebaliknya di zona hutan bakau ataupun hutan mangrove tipe fauna yang bisa hidup ialah bermacam genus ikan, ketam, dan udang.

Tipe belukar yang terdapat di Halaman Nasional Rawa Aopa Watumohai dikenal berjumlah kurang lebih 323 genus. Sebagian di antara tipe flora yang lumayan memimpin ialah agel, melempar, bambu berduri, pandan, dan belukar semak.

Tidak hanya itu, area ini pula mempunyai kekayaan lotus yang amat beraneka ragam, antara lain lotus merah, lotus ungu, lotus putih, dan lotus dengan kombinasi warna istimewa yang menjajaki situasi cuaca.

Tipe flora lain yang pula bisa ditemukan antara lain bunga bakung, talas, rumput bundar, pandan berduri, pudak hijau, serta sedang banyak lagi. Seluruh tipe belukar ini membuat keelokan alam yang amat menarik.

Walaupun tidak sangat sering di dengar di kuping, nyatanya area ini sudah jadi area pelestarian semenjak tahun 1990. Tetapi sayangnya, terus menjadi kesini hadapi penurunan kekayaan alam dampak bermacam kelakuan orang.

Kegiatan yang Dapat Dilakukan

Perihal itu bisa dibilang alami, karena area halaman nasional ini terletak di alam konvensional. Alam ini ialah zona yang ditempati dan ada aktivitas orang yang ikut menggunakan hasil alam. Sebagian kegiatan yang diartikan merupakan penahanan ikan dan mengutip belukar buat dijadikan rajutan.

1. Padang Sabana

Padang sabana ialah pesona yang sangat bagus di Halaman Nasional Rawa Aopa Watumohai dengan besar areal menggapai 23. 000 hektar. Kala terletak di mari wisatawan hendak melihat beberan padang rumput dengan sebagian tipe flora semacam bambu, belukar semak, serta melempar.

Area sabana jadi tempat kesukaan untuk binatang semacam lembu serta rusa. Sayangnya rusa yang tadinya memiliki lingkungan di halaman nasional ini, saat ini telah mulai tidak sering nampak. Perihal ini diakibatkan oleh aktivitas pelacakan buas yang terus menjadi gempar.

Buat menggapai areal padang sabana, wisatawan bisa lewat sebagian rute. Posisi padang sabana yang awal tidak sangat jauh dari jalur raya, alhasil amat gampang buat dijangkau. Sebentar padang sabana ini mendekati dengan alun- alun golf.

Sebaliknya buat menggapai padang sabana yang kedua, pengujung wajib melalui bengawan dan menapaki hutan. Sejauh ekspedisi, wisatawan pula hendak lewat tempat kukila maleo dan kakatua bulu- bulu menelur. Bila asian kedua kukila ini pula hendak nampak berkeliaran di antara pepohonan.

Durasi yang diperlukan dari padang sabana awal ke padang sabana yang kedua kurang lebih 2 jam. Padang sabana yang kedua ini mempunyai pemandangan yang lebih luar biasa dibandingkan padang sabana awal. Disekelilingnya ada barisan bukit- bukit hijau serta membuat gelombang yang berkelanjutan.

2. Menapaki Hutan Rawa serta Mangrove

Salah satu area yang pula dibesarkan selaku tempat pariwisata di Halaman Naasional Rawa Aopa Watumohai merupakan hutan rawa. Pengembangan pariwisata ini terkini mulai dicoba pada tahun 2018 bersama 3 zona yang lain, ialah pertanian, perikanan, serta pariwisata.

Besar area hutan rawa yang dijadikan selaku tempat pariwisata seluas 12 hektar. Wisatawan dianjurkan buat menginap di areal halaman nasional supaya bisa menikmati keindahannya.

Baca juga : Snoerkeling di Pemuteran, Bali dengan Biorock yang Indah

3. Darmawisata Budaya

Tidak cuma menikmati keelokan hamparan alam saja yang dapat wisatawan jalani di Halaman Nasional Aopa Watumohai, namun pula darmawisata adat. Tipe darmawisata ini bisa dicoba dengan bercampur dengan warga dekat halaman nasional.

Area halaman nasional yang terletak di alam konvensional pastinya hendak mengaitkan masyarakt dekat dalam pengurusan pangkal energi alamnya. Oleh karena itu wisatawan bisa dengan gampang buat berjumpa serta bercengkrama dengan masyarakat dekat.

Dengan cara biasa, warga dekat halaman nasional memiliki mata pencaharian yang berhubungan dengan hasil alam. Misalnya buat mendapatkan ikan, warga kerap mencari di areal perairan halaman nasional. Tidak hanya itu, warga pula kerap memakai hasil alam buat membuat kerajinan tangan.

Salah satu hasil kerajinan yang menggunakan hasil alam merupakan kerajinan karpet pandan ataupun diketahui selaku totole. Berhubungan dengan warga dekat bisa membuat wisatawan memahami lebih dalam gimana aktivitas serta cara buat menciptakan kerajinan ini.

Kegiatans tiap hari warga yang pula menarik buat dicermati merupakan metode memancing yang diucap selaku molonduri, metode membekuk ikan dengan tangan kosong ataupun mekaroro, metode membubu, menjaring, serta menjala. Seluruh wawasan ini didapat dengan cara turun temurun dari nenek moyang mereka.