Sumber Daya Alam yang Melimpah di Taman Nasional Lorentz

Sumber Daya Alam yang Melimpah di Taman Nasional Lorentz – Tanah Papua yang populer hendak kekayaan alamnya yang sedang gadis mempunyai area pelestarian bernama Taman Nasional Lorentz.

Sumber Daya Alam yang Melimpah di Taman Nasional Lorentz

forester – Area ini populer selaku taman nasional terluas di Asia Tenggara serta pula memiliki jenis vegetasi yang terkategori komplit.

Dilansir dari ksdae.menlhk, TN Lorentz mempunyai banyak hamparan alam yang menghasilkan area ini kayangan buat bermacam tipe flora serta fauna. Bermacam belukar endemik, sangat jarang, dilindungi serta nyaris musnah, dan genus terkini bisa ditemukan di area ini. Kombinasi antara situasi alam, keragaman biologi dan bermacam kultur jadi energi raih darmawisata tertentu.

Asal usul Taman Nasional Lorentz telah diawali semenjak lama saat sebelum sah berkedudukan selaku taman nasional. Dikenal kalau pada tahun 1909 lewat sesuatu penjelajahan alam yang dicoba di dasar kepemimpinan Dokter. H. A. Lorentz jadi cikal akan julukan dari Lorentz National Park ini.

Berikutnya pada tahun 1919 pada era rezim Belanda, area ini diresmikan selaku Tugu Alam Lorentz serta jadi status sah awal dari area ini. Setelah itu pada tahun 1970 area ini dianjurkan buat jadi jaringan area di Pulau Irian yang dilindungi oleh sebagian badan serta badan.

Baca juga : Sumber Daya Alam di Taman Nasional Wakatobi

Pada tahun 1978 bersumber pada Surat Ketetapan dari Menteri Pertanian No 44 atau Kpts atau Um atau 1978 bertepatan pada 25 Januari 1978, area ini diresmikan selaku Cagar Alam dengan besar 2. 150. 000 hektar.

Setelah itu area ini sah jadi Taman Nasional Lorentz pada tahun 1997 bersumber pada Surat Ketetapan dari Menteri Kehutanan No 154. Kpts- II atau 1997 pada bertepatan pada 19 Maret 1997 mengenai status Cagar Alam Lorentz jadi Taman Nasional Lorentz seluas 2. 505. 600 hektar dengan meningkatkan zona yang terletak di bagian timur dan laut di area selatan.

Sebagian tahun setelah itu, persisnya pada tahun 1999, taman nasional ini didaftarkan serta diajukan buat jadi Peninggalan Alam Bumi(World Heritage Site) dengan dikecualikan zona seluas 150. 000 hektar dari area yang memiliki permisi buat investigasi minyak alam serta gas alam oleh Conoco.

Pengajuan itu diresmikan dengan cara sah lewat Pesan WHG atau 74 atau 409. 1 atau NI atau CS bertepatan pada 12 Desember 1999 seluas 2. 350. 000 hektar, alhasil Taman Nasional Lorentz pula jadi Peninggalan Alam Bumi.

Tidak cuma itu, pada tahun 2003 sehabis mengetahui karakteristik, keanekaan, dan bermacam angka yang terdapat di area Taman Nasional Lorentz, hingga lahirlah usaha buat melestarikan area ini. Hasilnya area Lorentz diklaim selaku Taman Peninggalan ASEAN seluas 2. 350. 000 hektar lewat ASEAN Declaration on Heritage Parks.

Terakhir, pada tahun 2013 kemudian lewat Pesan Ketetapan Ketua Jenderal Proteksi Hutan serta Pelestarian Alam No SK. 92 atau IV- Set atau 2013 bertepatan pada 27 Maret 2013 hal sistem zonasi Taman Nasional Lorentz.

Kondisi Alam TN Lorentz

Taman Nasional Lorentz dengan cara geografis terletak pada koordinat 03°41’– 05°30’ Lintang Selatan serta 136°56’– 139°09’ Panjang Timur. Sebaliknya dengan cara administratif area ini mencakup sebagian kabupaten, ialah Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Pucuk Berhasil, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, serta Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Tidak hanya kabupaten itu, sedang terdapat kabupaten lain yang terkini saja dimekarkan yang pula jadi bagian dari TN Lorentz, semacam Kabupaten Lanni Berhasil, Kabupaten Nduga, dan Kabupaten Pucuk.

Batasan area TN Lorentz di sisi utara berbatasan dengan Pucuk Berhasil serta Kabupaten Jayawijaya, di sisi timur berbatasan dengan Yahukimo, Kabupaten Asmat, serta di sisi timur berbatasan dengan Kabupaten Mimika.

Bersumber pada pengelompokan hawa Schmidt serta Fergusson, Taman Nasional Lorentz memiliki hawa jenis A dengan curah hujan terletak pada kisaran antara 3. 700 sampai 10. 000 milimeter per tahun. Sebaliknya temperatur di area ini pada umumnya 19° sampai 32° celcius.

Situasi ilmu bumi Taman Nasional Lorentz mempunyai bentuk yang amat lingkungan selaku dampak dari pertemuan 2 lempeng, ialah lempeng Australia serta lempeng Pasifik. Pada bagian selatan ialah zona lapangan aluvial tepi laut yang sedemikian itu besar, sebaliknya di bagian tengahnya merupakan pegunungan yang membuktikan karakter dari area Lorentz.

Zona yang jadi pucuk paling tinggi di taman nasional ini tercipta dari lempeng kombinasi yang ialah kombinasi antara lapisan Daratan Australia serta bagian dasar dari Palcozoic yang berawal dari masa Tasman Orogen. Kedua faktor itu setelah itu hadapi pergantian serta kesimpulannya terkubur oleh sedimen pada era Holosen.

Area tergenang pada bagian selatan area ini ialah bikinan dari aluvium pada era Neogen serta era Kuarter. Setelah itu pada bagian lereng serta kaki bukitnya memiliki susunan batuan Silurian ataupun batuan Devonian hingga dengan batuan Permain yang terkategori tebal.

Dengan cara totalitas terdapat 34 jenis vegetasi di area ini, semacam hutan bertam, hutan rawa, hutan pinggir bengawan, hutan hujan di busut, hutan hujan tanah latar ataupun lereng, hutan gambut, tepi laut pasir karang, padang rumput, hutan pegunungan, hutan kerangas, serta ganggang lapisan.

Sedangkan bersumber pada ketinggian tempatnya, taman nasional ini memiliki 5 alam vegetasi. Kelima alam itu merupakan alam lapangan kecil antara 0- 650 m di atas dataran laut, alam pegunungan antara 650- 3. 200 m, alam sub alpin antara 3. 200- 4. 170 m, alam alpin antara 4. 170- 4. 585 m, serta alam nival pada ketinggian di atas 4. 585 m.

Sumber Daya Alam TN Lorentz

Area Taman Nasional Lorenzt memiliki jenis vegetasi yang lumayan komplit serta bermacam- macam. Situasi alam taman nasional ini pula sedang natural serta asri, alhasil bermacam tipe flora serta fauna bisa membuat lingkungan di area ini. Genus yang ditemukan pula amat beraneka ragam mulai dari tipe endemik, sangat jarang, dilindungi, hingga genus terkini sebab belum teridentifikasi.

Belukar yang berkembang di Taman Nasional Lorentz bisa dikelompokkan bersumber pada wilayah tumbuhnya. Pengelompokkan ini pula berhubungan dengan aplikasi alam vegetasi TN Lorentz.

Tipe flora yang berkembang di alam lapangan kecil merupakan golongan belukar tepi laut, rawa gambut, ngarai, serta serupanya. Sebagian flora yang bisa ditemukan ialah nipah( Nypa fructicans), pandan( Pandanus julianetti), tumbuhan bertam, ilalang, dan tumbuhan yang hidup di dasar air.

Tidak hanya itu terdapat pula bakau, petarangan semut yang ialah semacam paku( Myrmecodia sp. serta Lecanopteris myrabilis), belukar karnivora berkantong( Nephantes spp.), Syzygium Pandan, serta Freycinetia spp. Terdapat pula dari golongan Meliaceae, Garcinia, Myristica, Tristania, Eugenia, Alstonia, Diospiros, dan Ficus.

Pada alam pegunungan didominasi oleh belukar dari golongan belukar, kelompok, padang tumput, dan pepohonan. Sebagian golongan yang hidup di area ini berawal dari genus Elastosterma, Sloanea, Sericolea, Bogonia, Castanopsis, Drymis, Elaeocarpaceae, Prunus, Pittospermum, Lauraceae, dan Garcinia.

Alam sub alpin ialah area yang tidak sangat banyak ditumbuhi oleh tumbuhan, alhasil diucap miskin belukar paling utama di bagian bawahnya. Terus menjadi ke atas sebagian tipe flora yang memimpin antara lain genus Papuacedrus papuas, Rapanea sp., dan Dacrycarpus.

Sedangkan itu alam alpin didominasi oleh bermacam tipe belukar yang terletak pada batasan belukar besar serta biasanya membuat padang rumput, tundra, dan kerangas. Sebagian genus yang hidup di area ini ialah Deyeeuxia brassi, Monostachya oreoboloides, Poa callosa, Agrostis reinwardtii, serta Anthoxantium angustum.

Terdaftar terdapat 630 tipe burung serta daya muat tipe binatang menyusui yang hidup di area ini. Sebagian genus binatang menyusui yang bisa ditemukan antara lain babi duri moncong pendek( Tachyglossus aculeatus), dan babi duri moncong jauh( Zaglossus brujnii).

Di antara genus binatang menyusui yang sukses diidentifikasi terdapat sebagian genus yang ialah tipe terkini. Sebagian binatang yang terkategori selaku tipe terkini serta sangat jarang antara lain kangguru tumbuhan( Dendrolagus mbaiso serta Dendrolagus dorianus), dan landak irian( Zaglossus brujini).

Tidak hanya itu, terdapat pula sebagian genus kelelawar(Paranyctimene raptor, Syconycteris hobbit, Pipistrellus collinus, dan Tadarida kuboriensis), sebagian tipe tikus dari genus Stenomys, 2 genus tikus raksasa( Mallomys aroaensis serta Mallomys istapantap), tikus genus Coccymys rummleri serta Mellomys mollis dan tikus air( Hydromys habbema).

Ditemui pula genus semacam kuskus abu( Phalanger gymnotis), walabi coklat( Docropsis muelleri), kuskus totol( Spilocuscus maculatus), posum pendek( Cercatus caudatus), serta posum bercorek(Dactylopsila trivergata).

Golongan aves yang ialah karakteristik khas dari taman nasional ini terdiri atas sebagian genus, ialah 2 genus kasuari, 31 genus merpati, 30 genus kakatua, 4 genus megapoda, 29 genus burung madu, 13 genus burung udang, serta 20 genus endemik antara lain pikau salju( Anurophasis monorthonyx) serta cendrawasih akhir jauh( Paradigalla caruneulata).

Terdaftar terdapat 45 tipe burung edaran dan 9 tipe yang ialah burung endemik di taman nasional ini. Sebagian antara lain merupakan nuri kabare( Pittrichas fulgidus), memipit mencapit akhir api( Oreostruthus fuliginosus), dan walet lembu serta walet gunung( Collocalia esculenta serta Collocalia hirundinacea).

Baca juga : Diving dan Snoerkeling di Pulau Tatawa Besar

Tidak hanya itu terdapat pula genus Archboldia papuensis, sesap madu( Eurostopodus archboldi), ifrita topi biru( Ifrita kowaldi), mambruk selatan( Goura scheepmakeri), bebek noso( Anas waigiuensis), robin salju( Petroica archboldi), serta cendrawasih elok( Macgregoria pulchra),

Fauna dari golongan reptil serta amfibi yang hidup di area ini serta lazim ditemukan antara lain kura- kura moncong babi( Carettochelys insculpta), ular sanca boelan( Morelia boelini), 2 genus buaya( Crocodylus porosus serta Crocodylus novaeguineae), dan Lobula sp.

Sebaliknya buat golongan ikan diperkiran terdapat lebih dari 1. 000 genus yang hidup di area perairan taman nasional ini. Ada pula tipe ikan yang lazim ditemukan ialah ikan kaloso ataupun yang lebih diketahui selaku ikan arwana( Scleropages jardini).